Dampak Positif Ayah Dekat dengan Anaknya

Dampak Positif Ayah Dekat dengan Anaknya

Sumber: http://www.tribunnews.com/lifestyle/2018/11/12/dampak-positif-ayah-dekat-dengan-anaknya?page=all

Hari Ayah Nasional diperingati setiap 12 November. Pada umumnya peringatan Hari Ayah di setiap negara dilakukan pada waktu yang berbeda-beda.

Di beberapa negara Eropa dan Amerika Latin misalnya, Hari Ayah diperingati setiap tanggal 19 Maret. Terlepas dari kapan waktu peringatan yang dilakukan, Hari Ayah tetap memiliki makna yang sama di setiap negara.

Di mana ayah juga dinilai sebagai sosok yang penting dalam keluarga.

Sejumlah penelitian bahkan telah membuktikan, keterlibatan dan kehadiran seorang ayah di dalam keluarga dapat membuat anak-anak cenderung lebih sehat dan bahagia.

Setidaknya ada 5 manfaat kesehatan bila anak dekat dengan ayah.

Kesehatan mental anak

Keterlibatan ayah berhubungan positif dengan kepuasan dan kesejahteraan hidup anak-anak secara keseluruhan.

Ayah yang cenderung ikut langsung dalam perawatan anak sejak bayi, membuat meraka cenderung merasa terhubung, lebih mampu menangani situasi baru dan asing, dapat mengelola situasi yang penuh tekanan, dan lebih ingin tahu dan bersemangat untuk mengeksplorasi lingkungan.

Anak-anak dengan ayah yang terhubung juga lebih mungkin untuk mengalami:

– Tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi

– Tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi

– Lebih sedikit perasaan takut dan bersalah

– urang tekanan emosional dan kesal

Pemikiran dan keterampilan anak memecahkan masalah. Anak-anak yang terlibat dalam percakapan yang menyertakan pertanyaan ‘apa’, ‘di mana’, dan ‘mengapa cenderung memiliki peluang lebih besar untuk berlatih menggunakan dan mendengar kata atau kalimat yang lebih kompleks.

Keterampilan ini membantu anak-anak untuk memikirkan cara memecahkan masalah dan mengembangkan kemampuan kata dan bahasa mereka.

Ini sering merupakan jenis percakapan yang dimiliki anak-anak dengan ayah mereka dan membantu anak-anak mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang lebih baik.

Perkembangan sosial dan emosional anak

Sejak lahir, anak-anak yang memiliki ayah lebih mungkin untuk merasa terhubung secara emosional, percaya diri untuk mengeksplorasi lingkungan mereka, dan memiliki hubungan sosial yang lebih baik dengan rekan-rekan mereka.

Ketika ayah lebih terlibat dalam pengalaman dengan anak-anak mereka, seperti makan bersama dan pergi keluar, ini memiliki pengaruh positif pada perkembangan sosial anak-anak.

Anak-anak dengan ayah yang terhubung cenderung:

– Memiliki hubungan rekan positif

– Memiliki persahabatan yang lebih kuat dan lebih dekat dengan lebih sedikit konflik

– Memahami hubungan memberi dan menerima

– Mengembangkan keterampilan mengambil giliran dengan anak-anak lain

Ada beberapa peran ayah yang penting dalam tubuh kembang anak.

Melindungi

Ayah dikenal sebagai sosok yang melindungi. Jika anak memiliki sosok ayah di sampingnya, mereka akan merasa terlindungi dari bahaya.

Peran melindungi ini dapat membuat anak jadi jauh lebih pemberani. Tidak hanya itu, memiliki perasaan dilindungi akan membuat anak terdorong untuk melindungi orang lain.

Ayah bisa mengajarkan anak laki-lakinya bagaimana memperlakukan kaum perempuan.

Dengan demikian, anak laki-laki akan tumbuh menjadi sosok yang menghormati dan menghargai kaum perempuan. Anak akan memahami bahwa ia perlu melindungi kaum yang lebih lemah, dan tidak menjadikan perempuan sebagai objek belaka.

Disiplin

Meski pada umumnya terlihat lebih galak, tetapi ayah memang berperan dalam mengajarkan kedisplinan pada anak.

Ketegasan yang diterapkan akan membentuk anak menjadi disiplin. Kedisiplinan ini akan membantu anak menjadi orang sukses.

Anak akan menjadi orang yang bertanggung jawab dan tidak menyepelekan tugasnya sebagai anak. Misalnya ketika ada batasan jam memakai gadget.

Ayah cenderung lebih tegas dalam hal ini dan tidak menerima tawar menawar oleh anak. Ayah dapat menyampaikan alasan mengenai batasan gadget.

Percaya diri

Saat bersama seorang ayah, anak cenderung lebih banyak melakukan berbagai hal yang tidak dilakukannya bersama ibu.

Misalnya, beraktivitas fisik seperti bermain bola, bersepeda, sekadar diayun-ayunkan tinggi di atas kepala. Kebersamaan seperti itu mengajarkan spontanitas dan keberanian pada anak.

Keberanian yang ditularkan oleh ayah membuat anakl akan jauh lebih percaya diri. Anak yang percaya diri akan memiliki keterampilan sosial yang baik.

Salah satu kunci kesuksesan anak adalah bagaimana anak mampu beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Kecerdasan emosi

Beda dengan ibu, ayah lebih memiliki kestabilan emosi. Emosi kaum perempuan kerapkali tidak stabil karena perubahan hormon, atau karena pada dasarnya kaum perempuan memang mengekspresikan sesuatu secara verbal.

Kestabilan emosi ayah mengajarkan anak untuk mengontrol perasaannya, tidak lekas menangis ketika tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan, atau mengatasi masalah dengan membicarakannya baik-baik.

Kecerdasan emosi sangat penting bagi seorang anak dalam menghadapi kehidupan sosialnya kelak.

Kemandirian

Sebagai kepala keluarga, ayah dapat mengajarkan anak bagaimana menjadi pemimpin dalam lingkup yang kecil.

Ayah bisa mendorong anak untuk berinisiatif dan berani melakukan sesuatu sendiri tentunya dengan pengawasan. Misalnya, meminta anak membeli minuman di warung atau mengajak anak ke sekolah menumpang kendaraan umum.

Hal ini untuk mempersiapkan anak karena Papa atau Mama tidak bisa selamanya menemani anak ke mana-mana.

Anak pun tidak akan terus merasa dilindungi, melainkan dapat melindungi dirinya sendiri.(*)

Comments are closed.