Firasat Jonatan Christie, Tangan Chou Tien Chen Terasa Dingin Jelang Duel

Firasat Jonatan Christie, Tangan Chou Tien Chen Terasa Dingin Jelang Duel

Sumber: tribunnews.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie membeberkan firasat kemenangan jelang laga final badminton tunggal putra Asian Games 2018.

Jonatan alias Jojo menilai, tangan pebulutangkis asal China tersebut sudah terasa dingin.

Ia menganggap, hal itu sebagai penanda bila Chou Tien Chen gugup saat jelang duel di laga final badminton tunggal putra Asian Games 2018.

“Pertama jalannya pertandingan saya tahu tidak akan mudah, tapi ketika saya lihat dari awal, pas jabat tangan di koin tos, itu tangannya sedikit dingin. Saya tahu dia tegang sejak awal pertandingan. Ketika di leading tiga angka juga, saya lihat wajahnya tidak tenang. Mungkin sudah capek ketika lawan Anthony di Semifinal kemarin. Saya lihat dia cuma ikut main saja, tidak greget,” urai Jojo.

Jojo menekuk Chou Tien Chen dengan skor 21-18, 20-22 dan 21-15.

Atas hasil ini, Jojo berhasil mengulang prestasi medali emasi di nomor tunggal putra yang sebelumnya pernah didapatkan Taufik Hidayat pada Asian Games 2006 di Doha, Qatar.

Dia mengaku sangat bersyukur kepada Tuhan.

Medali emas tersebut ia persembahkan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan orang-orang yang telah membantunya selama persiapan hingga saat ini.

“Pastinya saya persembahkan untuk tuhan, karena dia yang kasih talenta ke saya, kedua untuk penonton, masyarkat Indonesia yang hadiri di sini dan yang nonton di rumah. Buat keluarga juga, khususnya buat nenek yang selalu suport saya, dan tentunya untuk tim suport, pelatih yang selalu mendukung saya selama persiapan. Mereka sangat luar biasa,” ucapnya.

Setelah ajang ini, Jojo akan kembali mempersiapkan diri untuk beberapa kejuaraan di depan, antara lain China Open, Jepang dan Korea.

“Taget selanjutnya, Jepang open, China Open, dan Korea. Saya harus banyak recovery karena lusa sudah mulai latihan,” katanya.

Jonatan alias Jojo menilai, tangan pebulutangkis asal China tersebut sudah terasa dingin.

Ia menganggap, hal itu sebagai penanda bila Chou Tien Chen gugup saat jelang duel di laga final badminton tunggal putra Asian Games 2018.

“Pertama jalannya pertandingan saya tahu tidak akan mudah, tapi ketika saya lihat dari awal, pas jabat tangan di koin tos, itu tangannya sedikit dingin. Saya tahu dia tegang sejak awal pertandingan. Ketika di leading tiga angka juga, saya lihat wajahnya tidak tenang. Mungkin sudah capek ketika lawan Anthony di Semifinal kemarin. Saya lihat dia cuma ikut main saja, tidak greget,” urai Jojo.

Jojo menekuk Chou Tien Chen dengan skor 21-18, 20-22 dan 21-15.

Atas hasil ini, Jojo berhasil mengulang prestasi medali emasi di nomor tunggal putra yang sebelumnya pernah didapatkan Taufik Hidayat pada Asian Games 2006 di Doha, Qatar.

Dia mengaku sangat bersyukur kepada Tuhan.

Medali emas tersebut ia persembahkan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan orang-orang yang telah membantunya selama persiapan hingga saat ini.

“Pastinya saya persembahkan untuk tuhan, karena dia yang kasih talenta ke saya, kedua untuk penonton, masyarkat Indonesia yang hadiri di sini dan yang nonton di rumah. Buat keluarga juga, khususnya buat nenek yang selalu suport saya, dan tentunya untuk tim suport, pelatih yang selalu mendukung saya selama persiapan. Mereka sangat luar biasa,” ucapnya.

Setelah ajang ini, Jojo akan kembali mempersiapkan diri untuk beberapa kejuaraan di depan, antara lain China Open, Jepang dan Korea.

“Taget selanjutnya, Jepang open, China Open, dan Korea. Saya harus banyak recovery karena lusa sudah mulai latihan,” katanya.

Comments are closed.