Manfaat dan Bahaya Dengar Musik Saat Lari

Manfaat dan Bahaya Dengar Musik Saat Lari

Sumber:https://lifestyle.kompas.com/read/2018/07/26/164504420/manfaat-dan-bahaya-dengar-musik-saat-lari.

Mendengarkan musik menjadi pilihan banyak orang untuk menemani aktivitas olahraga, terutama lari.

Berdasarkan survei yang dilakukan Runner’s World pada 2016, 61 persen responden mengatakan mereka mendengarkan musik sambil berlari. 82 persen di antaranya mendengarkan musik favorit mereka.

Namun, apakah kebiasaan mendengarkan musik saat lari baik atau buruk?

Sejak zaman kemunculan Walkman hingga kini, masih ada saja perdebatan dan riset ilmiah dari kedua belah pihak. Baik yang menilai mendengarkan musik adalah hal positif maupun pihak yang menilai sebaliknya.

Namun, ada pula tiga alasan bahwa kamu mungkin tak perlu mendengarkan musik saat berlari.

1. Kurang awas dengan lingkungan

Mendengarkan musik saat berlari akan membuat kita kurang sensitif dan kurang awas dengan keadaan sekitar. Misalnya, ketika berpapasan dengan pengendara mobil, motor, sepeda atau pelari lain. Ketika kita asyik mendengarkan musik, tentunya kita tidak akan mendengar saat ada seseorang di dekat kita.

Jika kita berada pada lingkungan yang sibuk, akan lebih baik tak menggunakan headphone saat berlari. Namun, jika kamu harus mendengarkan musik, pilihlah headphone tanpa kabel dan jangan masukkan sepenuhnya ke dalam telinga. Sehingga kamu masih bisa mendengarkan lingkungan di sekitar.

2. Mengacaukan kecepatan berlari

Ketika mendengarkan musik dinilai bisa menunjang kegiatan larimu, tidak di setiap kesempatan kamu memerlukannya. Jangan sampai kamu menjadi ketergantungan dengan musik saat berlari. Apalagi dalam konteks perlombaan. Ada baiknya kita mengetahui betul aturan dari panitia tentang aturan pemakaian headphone..
Mendengarkan musik juga dianggap bis mengacaukan kecepatan berlari. Sosiolog dan pelatih olahraga, Jim Denison, Ph.D mencontohkan lari di area perbukitan dengan konsep estafet.

“Untuk lari sejenis ini, mendengarkan musik menjadi tidak efisien,” ujarnya. Jika kamu memang sudah ketergantungan dengan musik sebelumnya, cobalah alihkan fungsi musik dengan jam tangan. Aturlah pembagian waktu terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat kecepatan berlari yang diperlukan.

3. Merusak pengalaman berlari

Saat ini, gangguan dari teknologi ada di mana saja dan jarang sekali kira melihat seseorang yang tak menggunakan ponsel di tangannya. Lari bisa menjadi momentum untuk kita menjernihkan pikiran dan menjauh dari gangguan teknologi tersebut. Denison meyakini, mendengarkan musik saat lari akan menjauhkan kita dari pengalaman tersebut

“Kemampuan untuk berada dalam kedamaian dan ketenangan adalah hal yang hilang di budaya kita saat ini. Kita tenggelam menjadi pribadi yang multitasking. Mendengarkan musik ketika olahraga menurutku juga bagian dari multitasking tersebut,” kata Denison. Mungkin pada hari-hari tertentu kita membutuhkan motivasi dengan mendengarkan musik saat berlari.

Namun, kita juga membutuhkan bermlari tanpa musik, ketika kita lari sendirian dan tenggelam dalam pemikiran-pemikiran kita dan alam. Jadi, cobalah hindari mendengarkan musik ketika berolahraga dan dengarkan apa yang ada di sekitar. Ini akan baik bagi jiwamu.

Comments are closed.