Kampung Terih, wisata kekinian di Batam

Kampung Terih, wisata kekinian di Batam

sumber : https://beritagar.id/artikel/piknik/kampung-terih-wisata-kekinian-di-batam

Batam punya objek wisata baru yang menyuguhkan konsep kekinian, yaitu Kampung Terih. Kampung terih adalah sebuah pantai dan kampung wisata yang terletak di Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.

Pantai Terih tidak memiliki banyak pasir, dengan air yang jernih. Pemandangan di ujung altar nampak beberapa perahu kecil.

Nama Terih, diambil dari bebatuan yang semula banyak bertebaran di sekitar pantai. Masyarakat Batam biasa menyebut batu pipih berwarna merah yang banyak ditemukan di sana dengan sebutan Terih.

Menyelisik sejarah, Kampung Terih pada masa Perang Dunia ke II pernah menjadi basis bagi tentara Jepang. Kampung itu dijadikan sebagai gudang senjata di sepanjang pesisir pantai kampung Terih.

Hingga saat ini, jejak peninggalan tentara Jepang masih dijumpai di kampung Terih berupa tapak-tapak bangunan gudang. Kampung Terih menyimpan satu tradisi yang dapat menarik perhatian pengunjung berupa acara Mandi Syafar.

Mandi Syafar sebagai agenda tahunan yang cukup terkenal di Kampung Terih. Event ini diketahui sudah dilaksanakan selama tujuh generasi di kampung Terih.

Sebenarnya keberadaan Kampung Terih sudah ada sejak 1991 silam. Namun, baru dijadikan lokasi wisata pada 2017.

Meski terbilang baru, tapi tempat rekreasi yang berjarak sekitar 30-45 menit dari Kota Batam sudah berhasil menyerap banyak wisatawan lokal dan mancanegara. Bahkan tempat wisata ini menjadi primadona warga setempat.

Konsep wisata yang ditawarkan di sini memadukan wisata pantai dan hutan bakau, Pelancong bisa menyusuri hutan bakau yang memang tidak jauh jaraknya dari pantai.

Dengan menaiki jembatan sepanjang 200 meter, selama perjalanan pengunjung akan dihibur oleh papan bertulis kalimat jenaka tentang hubungan percintaan yang ada di pinggiran jembatan. Seperti “Area khusus jomlo “, “Kutunggu jandamu”, atau bahkan pesan seperti “Cinta boleh mati, tapi hutan tidak”.

Menurut Bambang, salah satu pengurus tempat wisata, ide tulisan menghibur ini datang dari imajinasi sendiri.

“Ide-ide itu mungkin ada beberapa yang ambil dari Pinterest. Dasarnya dari sana cuma kita mainkan imajinasi dan menyesuaikan dengan kondisi kita. Dana yang digunakan kan berbeda (dengan yang ada di gambar Pinterest), kita dengan minim dana harus bisa memaksimalkan itu. Sebisa mungkin bahan yang digunakan dari barang daur ulang,” kata Bambang dikutip Okezone.com.

Selain itu, Kampung Terih menawarkan banyak titik swafoto yang instagramable. Ini yang membuat Kampung Terih langsung menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Seperti diceritakan oleh Ahmadi Sultan di blog pribadinya. Di Kampung Terih memang banyak titik swafoto yang menarik.

Rumah pohon bertingkat tiga dengan tinggi 17 meter ini misalnya. Rumah pohon yang dihiasi payung aneka warna ini meski tinggi dan harus menaiki anak tangga kayu, tapi pengunjung rela menunggu antre untuk foto.

Di sisi lain, ada jembatan kecil bercat putih dengan latar belakang pohon baku yang rimbun. Jembatan di dalam hutan bakau juga menarik untuk dijadikan tempat swafoto.

Untuk pengunjung yang ingin menikmati keindahan pemandangan pantai di sore hari, bisa memilih pergi ke pelantar kayu yang menjorok ke laut sepanjang 75 meter. Di sini kaki langit Batam Center dan semburat matahari terbenam bisa disaksikan.

Pengunjung juga bisa berkemah di sini dengan membawa tenda atau menyewa tenda yang disediakan pengelola.

Objek wisata menarik lainnya di Kampung Terih yaitu lokasi penyelamatan satwa penyu. Kampung Terih memang dijadikan sebagai pusat penyelamatan satwa penyu dan elang laut di Batam.

Aktivitas memancing juga bisa menjadi pilihan yang seru untuk melepas penat di Kampung Terih. Jika pengunjung ingin menjelajah hutan baku juga disiapkan perahu tradisional yang dapat dipakai berkeliling.

Untuk berekreasi di Kampung Terih, pengunjung membayar tiket masuk Rp5 ribu. Harga tiket masuk ini diklaim paling murah se-Batam.

Pengunjung yang membawa kendaraan dikenakan biaya parkir. Untuk motor mengeluarkan kocek seribu sedangkan untuk parkir mobil, wisatawan hanya membayar Rp2 ribu.

Clouds some floating into my life, no longer to carry rain or usher storm, but to add colour to my sunset sky – Rabindranath Tagore . Capture dan abadikan berbagai momenmu di Batam! . How to get featured: – Gunakan hashtag #enjoybatam – ‎Tag @enjoybatam_ – ‎Tag lokasi – ‎Sertakan caption pengalamanmu yang menarik ya! . 📷 #photooftheday by @noardian18 📍 Location: Kampung Terih, Nongsa Batam, Kepulauan Riau . Aaaand as always, don't forget to keep the environment clean when you visit! Tag your friend guys! . Follow juga partner kita: @aerialbatam @inikepri @kepripromotion @pulauabangtrip @riauislands . #BanggaPunyaBatam #WisataTanpaSampah #KampungTerih #Nongsa . #wonderfulbatam #wonderfulkepri #jelajahbatam #amazingkepri #goexplorekepri #semuatentangbatam #visitbatam #visitkepri #riauislands #amazingbatam #jelajahkepri #pesonakepri #pesonaindonesia #instagood #travelgram #pantai #batamliciouz #kepridaily #picoftheday #bestdestinations #traveling #batamkekinian #instanusantara #beautifulmoment

A post shared by Your Everyday Batam Discovery (@enjoybatam_) on

Comments are closed.