Thailand Berharap Timnas Indonesia U-23 Memberikan Tekanan

Thailand Berharap Timnas Indonesia U-23 Memberikan Tekanan

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20180531120928-142-302468/thailand-berharap-timnas-indonesia-u-23-memberikan-tekanan

Pelatih timnas Thailand U-23 Worrawoot Srimaka berharap Timnas Indonesia U-23 memberikan tekanan saat kedua tim melakoni uji coba di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis (31/5).

Untuk laga persahabatan kali ini timnas Thailand mengirimkan 23 pemain dengan mayoritas di bawah 21 tahun. Sementara, Timnas Indonesia menyertakan enam pemain senior.

Kendati demikian Worrawoot tidak mengkhawatirkan hasil akhir pertandingan nanti. Bagi Worrawoot, uji coba ini guna mendapatkan masukan yang bagus sebagai bahan evaluasi.


“Hasil tidak begitu penting. Apa yang saya butuhkan, saya sangat ingin melihat anak-anak ini mendapatkan tekanan di turnamen yang lebih besar dari pertandingan,” ujar Worrawoot dikutip dari situs resmi Asosiasi Sepak Bola Thailand.

Worrawoot mengatakan akan menurunkan semua pemain yang dibawanya. Dia ingin pemainnya memiliki pengalaman bertanding dan belajar dari kesalahan.

“Kami butuh ujian. Di Piala AFF kami berada di grup yang sama dengan Indonesia. Kami akan melihat perkembangan sepak bola mereka. Kami butuh informasi untuk diberikan kepada tim,” Worrawoot menambahkan.

Worrawoot menyadari Tim Merah Putih akan menurunkan beberapa pemain senior. Namun, dia belum yakin apakan pelatih Timnas Indonesia Luis Milla akan kembali menurunkan pemain naturalisasi atau tidak.

Saat PSSI Anniversary Cup 2018 lalu, striker Ilija Spasojevic dijajal kemampuannya oleh Luis Milla. Sedangkan untuk uji coba kali ini, giliran Victor Igbonefo dan Beto Goncalves sebagai dua pemain naturalisasi yang dipanggil.

“Saya tidak tahu jika ada pemain naturalisasi. Tentu saja kami mewaspadai pemain-pemain senior mereka,” ucap Worrawoot.

Satu hal yang pasti, Worrawoot juga meminta pemainnya untuk fokus pada penguasaan bola dan lini tengah melawan Timnas Indonesia U-23.

“Kami harus mendominasi di lapangan tengah. Dan meminta pemain menghentikan bola lawan saat berada di lapangan tengah,” kata pelatih kelahiran Songkhla tersebut.

“Karena, itu berisiko untuk serangan balasan yang cepat. Jika memiliki peluang, kami harus memanfaatkannya menjadi gol. Jangan membuang kesempatan,” pelatih 46 tahun itu menuturkan. (har)

Leave a Reply