Pencemaran bakteri E. coli pada selada romaine di Amerika Serikat semakin banyak menuai korban. Data terbaru menyebut ada 98 orang yang harus dirawat di rumah sakit karena infeksi bakteri E. coli.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyebut infeksi ini terjadi di 22 negara bagian Amerika Serikat. Infeksi berasal dari konsumsi selada romaine yang tercemar bakteri E. coli.
“Kami kira jumlah korbannya masih akan bertambah, mengingat butuh waktu 2 hingga 3 minggu dari seseorang sakit sampai diketahui positif terinfeksi E. coli,” ungkap Matthew Wise dari Outbreak Response CDC, dikutip dari Reuters.
Selada romaine merupakan salah satu bahan utama sajian salad di Amerika Serikat. Semula, diyakini selada yang tercemar berasal dari sebuah kebun di Yuma, Arizona.
Namun Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengatakan infeksi juga ditemukan pada pasien yang tidak mengonsumsi selada romaine yang berasal dari Yuma.
Infeksi bakteri E. coli memang tidak membahayakan nyawa. Namun bakteri E. coli bisa mengeluarkan racun Shiga yang bisa membuat seseorang sakit.
Nyeri perut, diare berdarah hingga muntah-muntah merupakan gejala yang lazim ditunjukkan pada pasien infeksi bakteri E. coli. Pada kasus tertentu, infeksi E. coli bisa menyebabkan masalah ginjal.
Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3997661/hampir-100-orang-sakit-akibat-selada-yang-tercemar-bakteri-e-coli?_ga=2.152319417.1457377927.1525067225-1643328925.1521697363
